aku
tak pernah menyesali telah bertemu denganmu. hanya saja ketika kau
hadir, aku tak lagi sendiri, begitu juga dirimu. kau berikan warna yang
aku butuhkan kan dalam jalani hidup. aku, kau, kita menunggu. menunggu
untuk berjalan masing-masing.
kini
ku tlah sendiri, tapi tidak denganmu. kau bermulut manis, kau umbar
semua janjimu. tahukah kau? aku tak ingin janjimu, aku butuh buktimu.
aku ingin kau disini, disisiku seutuhnya. aku tahu, tak semua inginku
adalah yang kubutuhkan, tapi dapatkah kau mengabulkannya untukku? aku
tak sanggup bila selamanya menjadi yang kesekian dihatimu.
aku
tetap mencoba bertahan, entah karena cinta atau egoku. aku masih
berharap agar kau menjadi yang kuinginkan. aku, kau, akankah menjadi
kita selamanya?