08 March 2013

Berantakan





Sang mega merah yang merekah memenuhi korneaku,
Anginnya memabukkan hingga terbenamku dalam lekukan namamu,
Masih hangat dalam memoriku setiap debu yang menandakan kau pernah disana,
Celah-celah yang menjadi bukti bahwa aku pernah mengamatimu disini,
Senja itu menyapaku dengan tenang tanpa sepetik alunan pun yang terdengar,
Meski itu menenangkan, tapi tak ada yang lebih menenangkan untuk hatiku selain wajahmu,
Terlalu pilu aku menceritakan seberapa lama aku terpaku oleh senyumanmu,
Aku adalah setitik awan yang dibawa angin untuk pergi menutup hari,
Namun sebenarnya tak pernah  benar-benar beranjak pergi,
Terhanyut dalam kepakan sayap sang masa lalu yang kelam,
Meriak-riak seperti air yang tak pernah mengharapkan percikannya kembali,
Tak peduli seberapa lama aku berteriak, kau tetap tak mendengarnya,
Tak perlu langit sore itu menjadi saksi atas tangisanku karenamu,
Tak usah rintikan hujan menertawakanku lewat suara kerasnya,
Kau adalah makhluk Tuhan yang diciptakan paling indah untuk lentera hati ini,
Meski selalu punggung yang kau tunjukkan di hadapku,
Balasan indah memang bukan tertuju padaku saat ini,
Berdiri bermandikan derita karena telah diam-diam menata dengan rapi perasaan ini,
Walau tak pernah ada kata sama diantara kita,
Ruang kecil di hati ini sengaja ku kosongkan, karena kaulah pemiliknya yang hakiki...

@ferlinhalida azumoraise.wordpress.com

Postingan Terpopuler

Postingan Terbaru