14 August 2015

Kotak Ketenangan

Terendap malam yang menyapu sunyi..
Gemercik rintik hujan perlahan turun
Menengahi perseteruan angin dan debu
Membuka kembali kotak ketenangan dalam raga

Hujan malam ini
Memilih hadirkan risau
bukan yang semestinya
Tiga ruang dalam kotak ketenangan itu
kini tlah terbuka
Entah mana yang akan lekas tertutup kembali
atau akan hilang..

Satu kotak diantaranya adalah milikmu
Akankah kamu mengambilnya?
menutupnya?
atau menghancurkanx?
Apapun itu..
Lakukanlah!
Aku anggap takdir bila itu semua terjadi
Karena kehadiranmu
mungkin bagian jawaban dari do'aku

Kotak ketenangan..
Waktu yang tak sedikit untuk membuatnya tertutup
Dan dengan waktu yang tak lama terbuka

Tak berarah..
Seperti itulah
uluran tanganmu pada kotak ketenanganku

Jangan sentuh yang bukan milikmu!
Fatal akan menjadi jawaban jika itu terjadi
Perlahanlah. .
Fikirkan dan rasakan. .
Lihatlah!
Aku telah membuat jalur
disetiap arah kotak ketenanganku. .
tetaplah dijalur menuju kotakmu!
Jangan kamu menuju ke kotak lain. .
Pahamilah!
setiap apa yang menjadi isyarat
jika tak ingin semua menjadi abu seketika...



@Kabuthijau -

Baca Selengkapnya...

16 July 2015

Dear You

Dear you,
aku tahu, waktu telah berjalan meninggalkan kita.
Menjadikan aku dan kamu.
Tidak sama dan tak akan lagi pernah sama.
namun, satu yang mungkin belum berubah dan masih sama.
Rasa cinta yang kutujukan padamu.
Rasa cinta yang sampai saat inipun belum berubah dan berkurang.
Tapi, aku tak lagi bisa menangisimu, menangisi kehilanganmu.
Rasanya, air mata ini jatuh sia sia hingga kering.
Kepergianmu meninggalkan cerita dan luka.
cerita yang tak akan pernah kulupa dan luka yang tak akan pernah kering.
Sering kurasa rindu, tapi aku tahu, ada 'dia'.
Yang telah menggeser namaku dihatimu.
kurasa bukan hanya menggeser, tetapi menggantikan.
Aku cukup tahu diri.
Tak akan mengganggumu, namun biarkanlah cinta ini terus untukmu,
sampai akhirnya hatiku lelah dengan sendirinya.
lelah dengan segala ketidakpedulianmu pada perasaanku.
Dan kemudian, perlahan lahan pergi meninggalkanmu, menghapus segala rasa yang tercipta untukmu.
tapi, bukan untuk melupakanmu.
Karna, kamu telah kuberi tempat sendiri di pinggiran hatiku.
Agar tak menghalanhi nama baru yang akan datang tuk membahagiakanku.
dan tetap senantiasa mendoakan kebahagiaanmu, meski tanpa aku.

16 Juli 2015
titafilda

Baca Selengkapnya...

Malam dan Mimpi

Puisi "Malam"

Malam,
antarkan aku pada sebuah mimpi.
Mimpi yang seakan terasa nyata saat bersamanya.
Malam,
Buatlah aku bahagia, walau singkat.
Semalam menatapnya,
Semalam dipeluknya,
Semalam saja bersamanya, dalam mimpi.
Malam,
antarkanlah aku pada damai di alam bawah sadarku.
Buatlah aku terlelap cepat dan bangun dengan lambat.
Aku menikmati indahnya malam ini,
jika aku bisa bermimpi bersama dia yang ku damba.
Malam,
berikanlah aku bahagia, malam ini saja.
Antarkanlah dia pada mimpiku, malam ini.
Hadirkanlah dia dengan senyumannya yang sangat ku rindu itu.
Malam,
Aku ingin terlelap cepat, tak sabar menantinya datang.
Tuhan,
biarkanlah waktu melambat, malam ini saja.
Baca Selengkapnya...

09 April 2015

Jejakmu

Kabut tak sekalipun menepi 
Menjadikan jejakmu semakin tak dapat kuikuti 
Dan aku memapah langkah 
Berteman angan tentangmu tanpa tau arah 

Tak ada jeda untuk berteduh 
Rasukan kebekuan mulai memudarkan angan 
Bisikan semilir semakin menjamahi logika 
Dan aku terus menembus kabut 

Kali ini kecapan tak lagi hanya kelu, 
tapi memutih 
Bahkan jamahan tak lagi lembut 
Terasa mulai mengeras 
Seperti batuan yang kutapaki 

Waktu terus berjalan, dan jejakmu semakin berlalu 
Percuma jika aku teriakan "berhenti!!!" 
Samarnya pun tak kan sampai kamu dengar 

Harusnya aku berlari dan berhenti di depan kamu, 
kugenggam tanganmu, 
lalu kubiarkan kita saling bertatap, 
membiarkan mata berbicara... 
Karena aku yakin tak akan mampu berkata 
Suaraku akan membuatmu semakin menjauh 
dan semakin membenciku.. 

Tapi aku terlalu lama menikmati kabut itu 
Kabut yang akhirnya tak pernah menepi 
Hingga membuat jejakmu semakin berlalu 
dan tak dapat kutemui...... 

Tak berani aku memintamu kembali telusuri jejak kita.. 
Aku...hanya ingin melihatmu bahagia 
setidaknya bukan karena membenciku.. 


by. @Kabuthijau

https://soundcloud.com/sellyyede/kabut-hijau-puisi-jejakmu

https://soundcloud.com/sellyyede/kabut-hijau-puisi-jejakmu
Baca Selengkapnya...

24 March 2015

Bercerita Pada Senja

senja..
bawa aku pada indah megamu
dimana matahari menyingsing dengan anggunnya
senja..
bawa aku pada pertemuan terakhir dengannya
dikala senja indah itu
senja..
dekap aku pada hangat kilauanmu
sembari aku menantinya pada senja berikutnya
senja..
bantu aku menguatkan kaki ini berdiri
untuk menanti senja berikutnya
senja..
air mata ini tak mampu terbendung
bantu aku untuk menghapusnya sendiri
untuk menantinya pada senja berikutnya
maka senja..
temanilah aku dalam kesendirian
untuk menanti dia pada seja berikutnya





Baca Selengkapnya...

Tulis Email Kamu Disini. Tiap Postingan Baru Akan Dikirim Ke Email

Postingan Terpopuler

Postingan Terbaru