15 March 2013

Sebenarnya Aku,



Binatang yang kita pelihara, tempat kelahiran kita, kesedihan yang kita simpan, kegiatan yang kita sukai, aroma bunga.
Dan impian yang diterbangkan oleh angin pun.
Kita adalah dua orang yang berbeda dalam banyak hal.

Menjadi orang dewasa dan memainkan peran dapat tersenyum ramah.
Walaupun telah mengalah pada kenyataan.
Tapi tetap saja sampai kapan pun menyampaikan perasaan dengan hati-hati merupakan hal yang sulit, ya kan?

Perasaan yang meluap, walau aku dapat menyusunnya dalam kata-kata.
Namun suara ku tak dapat mengucapkannya.
Seperti hari-hari saat bermain petak umpet.
Walaupun berada sedekat ini tapi tak bisa jujur.

Sebenarnya aku hanya berpura-pura ingin peduli.
Seperti anak kecil, ya?
Sebenarnya aku sangat sangat menyukai mu.
Seandainya saja bisa ku sampaikan.

Aku ingin tahu yang sebenarnya, tapi jika aku tahu mungkin aku tak dapat menghadapinya.
Karena itu aku berpura-pura bingung.
Apakah kau tahu apa yang aku pikirkan di sini?

Walaupun jika sebelumnya aku tersadar di balik jendela.
Namun waktu berlalu terlalu cepat.
Segalanya mencair dalam keheningan yang abadi.
Hingga senja mengantar anak-anak kecil itu pulang ke rumah.

Percaya pada diri sendiri adalah hal yang penting.
Namun aku tetap ragu dan diam.
Semua kata-kata hanya tertahan di dalam hati.

Sebenarnya aku khawatir, bagaimana jika kau membenciku.
Aku tak akan bisa.
Sebenarnya aku bersikap seolah tak terjadi apa-apa, namun hati ku tersiksa.
Hei, apa kah kau juga begitu?

Sebenarnya aku berbohong saat aku berkata “tak ada dirimu pun aku akan baik-baik saja”.
Aku berpura-pura kuat.
Sebenarnya aku ingin berbagi berdua pada saat yang sama.
Ya, aku ingin kita berbagi.

Jangan meragukan apa pun lagi, kita harus menyampaikan apa yang ada dalam hati kita sebagaimana adanya.
Jika tidak, kita tidak akan bisa berlanjut.
Perasaan yang sudah menjadi sangat kuat dan mendalam ini.
Aku akan menyampaikannya padamu.



Honto Wa Ne
@areufeelingfine
-dedicated to inisial AA-




Postingan Terpopuler

Postingan Terbaru