27 December 2012

Kamu...

Ada ribuan kata, jutaan kalimat, dan miliaran rasa yang tak dapat ku ungkap. Di hadapanmu semua kataku hilang, kalimatku menjadi mati, dan rasaku entahlah seakan meluap tanpa ku tahu cara mengendalikannya.

Kamu, kamu adalah kataku, duniaku, mimpiku, dan semangatku. Saat ini aku memang pergi, pergi dari kehidupan ku di sana. Aku pergi untuk mimpiku, aku pergi untuk duniaku, aku pergi untuk sejuta cerita yang kelak mampu ku ceritakan pada semua orang, pada semua orang yang aku cintai.

Kamu, kamu adalah senyum. Senyum di kala aku tak mampu lagi tersenyum, senyum di kala aku lelah, senyum di kala aku resah, dan senyum di kala aku bahagia.

Kamu, kamu adalah ceritaku. Cerita yang aku tak tahu bagaimana ini bermula dan bagaimana ini berakhir. Aku selalu punya cerita tentangmu, selalu tersenyum karenamu, menangis karenamu, dan tertawa karenamu.

Kamu, kamu adalah semangat. Semangatku menggapai mimpi, semangatku mencapai semua yang aku inginkan, dan semangatku untuk menjadi yang terbaik.

Kamu, kamu adalah rindu. Rindu yang aku tak tahu bagimana munculnya, bagaimana hilangnya, dan bagaimana aku mengungkapkannya. Hariku sepi, duniaku senyap, senyumku sirna kala semua rasa rindu itu datang. Aku merindukanmu, merindukan setiap pertemuan kita, merindukan setiap tatapan, merindukan setiap senyuman, aku merindukan semua tentangmu.

Kamu, kamu adalah melodi yang indah. Melodi yang selalu ingin ku dengar, melodi yang selalu ku tunggu, melodi yang selalu ku harapkan ketika aku mulai tak mampu lagi mendengar.

Kamu, kamu adalah rasa. Rasa yang ku syukuri dari Tuhan, rasa yang mampu membuatku memahami apa itu cinta, apa itu rindu, dan apa itu kesetiaan.

Kamu, kamu adalah untaian kata yang aku tak mampu menuliskannya, menerjemahkannya bahkan untuk mengatakannya. Aku hanya mampu terdiam ketika aku melihatmu, melihat tatapanmu, melihat kamu tersenyum, dan melihat kamu bicara.

Kamu, kamu adalah arah. Arah dimana aku harus berjalan, arah dimana aku harus berputar, dan arah dimana aku harus berhenti.

Kamu, kamu adalah waktu. Waktu dimana aku harus berdiri, waktu dimana aku harus merasa lelah, dan waktu dimana aku harus menyerah.

Kamu, kamu adalah embun. Embun yang selalu mampu membuatku merasa sejuk.

Kamu, kamu adalah cahaya. Cahaya di saat jalanku mulai gelap, cahaya di saat duniaku semakin kelam, dan cahaya saat aku mulai redup.

Dan kamu, kamu adalah kamu. Kamu yang begitu apa adanya, kamu yang selalu ada dalam setiap sujud malamku, dan kamu yang selalu ada dalam setiap pintaku.

Aku merindukanmu.

kangen pacar
By: @anindya_tiara

Postingan Terpopuler

Postingan Terbaru