30 December 2016

Desember, 2016


            Desember, 2016.

            Kisah ini akan menjadi penutup tahun bagiku. Bagi seorang putri Apoteker yang terkenal dengan senyum manisnya. Ibu selalu melarangku untuk mencintai seseorang yang bukan garis keturunan keluarga, sesering ibu menyampaikannya, sesering itu aku tidak mengindahkan.

            September dua tahun kemarin mengajarkan aku apa itu kehilangan, dan desember tahun ini mengajarku perihal yang sama. Kenapa aku harus mengulang mata pelajaran ini? Apa karena kemarin aku kurang sedih? Atau apa karena aku mendapat nilai E?

            Ahh, mungkin ini mata pelajaran lanjutan, sama seperti kemarin aku belajar Sistem Informasi Akuntansi, dan semester depan aku harus belajar PKA Sistem Informasi Akuntansi.

            Aku mengerti sekarang, kenapa wanita yang melahirkanku melarangku untuk jatuh cinta. Dia begitu tahu bagaimana rasanya kehilangan, dia begitu mengerti. Pasti. Bahkan, dia tahu apa yang kurasakan saat ini. Sangat tahu.

            Ini patah hati terkeras yang putri bungsumu tengah rasakan. Yang ia rajut dalam hitungan tahun. Sungguh, putrimu sedang tidak baik-baik saja. Sesuatu tengah menohok dadanya.

**

            Apa yang terjadi selama tahun berlalu?

            Aku terbiasa menutup mata sambil memikirkanmu,

            Aku terbiasa membayangkanmu ketika aku terjaga di pagi hari,

            Aku terbiasa mencintaimu, aku sangat ingat betul bagimana mata teduh itu menantapku. Berkata bahwa semuanya baik-baik saja, berkata bahwa tak aka nada yang berubah, aku ingat sekali bagaimana caranya menenangkanku.

            Aku teringat ketika suhu badanmu menghangat, kubelikan beberapa hal yang kupikir akan membuatmu merasa lebih baik, beberapa kaleng susu dan minuman kaya vitamin C. Dan memastikanmu beristirahat, tidak keluar rumah, tidak keluyuran kemana-mana.

            Aku teringat bagaimana ketika kita menonton sebuah film, kau lebih banyak berbicara, aku selalu tahu itu. Kau tipikal orang yang tak tahu bagaimana caranya diam meskipun hanya sepersekian detik.

            Aku terbiasa merapalkan namamu dalam doaku, dan kini, seketika, kebiasaan itu harus berubah.

            Apa kau ingat masa itu, kau bertanya ada berapa peniti yang kau kenakan, aku salah menebak, tebakan salah seorang temanku yang benar, kalau tidak salah jumlahnya ada enam. Tersebar dimana-mana. Seragam sekolahmu sudah sangat kekecilan.

            Kau ingat bagaimana  raut wajahmu saat kutanya apakah kau terlambat hari ini ataukah tidak. Selanjutnya jika ia kamu terlambat, kau akan cerita bagaimana caramu memanjat gerbang sekolah. Kau selalu bangga menjadi pendaki gerbang masa itu, kau bilang adrenalinmu terpacu. Kini, aku tahu yang memacu adrenalinmu bukan lagi tembok setinggi satu setengah meter, pemacu adrenalinmu kini panggung dan mic.

            Izinkan aku mengenang semua hal yang pernah kita lakukan dalam tulisan ini.

            Kau selalu punya cerita yang berbeda setiap harinya, dan aku selalu setia mendengarkan sambil duduk manis di sofamu. Kau memberitahuku hampir segalanya.

            Ratu alayku, sekarang aku ada dititik tak percaya kau pernah memanggilku dengan sebutan itu, atau panggilan Mbob yang kuberikan karena kau selalu benci jika harus melewatkan satu saja episode berulang Spongebob di Global TV. Saat itu kau sudah terlalu tua untuk tanyangan itu, bodoh.

            Blog, kau ingat itulah kisi-kisi mengetukku. Itulah caramu menyentuhku untuk pertama kali, bertingkah seolah kau tak tahu bagaimana cara mengganti tamplatenya, dan dengan bodohnya aku percaya.

            Kau ingat perutku yang mulas saat ulang tahun ke tujuh belasmu? Aku kehujanan karena harus berputar-putar keliling kota demi sebuah kejutan sederhana, di tengah hujan. Dan aku berakhir sakit perut Karena masuk angin,

            Kau selalu benci karena aku membuatmu penasaran, juga aku selalu suka membuatmu penasaran. Kau suka ditantang, dan aku suka menantangmu. Bagaimana mungkin kita sebodoh ini dulu!

            Aku bahkan bisa ingat dengan jelas rumah makan-rumah makan mana yang pernah kita singgahi. Atau toko toko mana yang kau singgahi untuk membelikanku cokelat. Ahh, cokelat, kau tahu aku tak makan cokelat lain selain cokelat putih. Vanilla. Kau juga jatuh cinta pada parfum Vanilla itu. Kau sangatm kesal saat mencium wangi itu tetapi yang kau dapati bukan diriku. Kau tidur lebih nyenyak di Bandung setelah memakai parfum itu.

            Cina. Kau dulu suka mengumpatku dengan panggilan itu.

            Semua lukisan dan boneka darimu, masih tersimpan rapi, dan tak akan kubiarkan robek atau kotor. Tenang, aku tahu bagaimana memperlakukan mereka. Bahkan setelah semua ini.

            Kita selalu bertingkah aneh di depan cermin, entah. Kita meniru sampul sebuah film, atau apapun itu. Kita selalu bertingkah aneh. Ahh, garis merah di hidungmu. Aku paling suka menggambar itu. Hanya itu kemarinku menggambar.

            Aku jatuh cinta pada orang yang sama, berkali-kali, jatuh cinta lagi, lagi, pada orang yang sama. Berbilang tahun. Bagaimana mungkin aku bisa berhenti seperti simsalabim?

            Bagaimana mungkin aku bisa bersikap seolah-olah tak ada yang terjadi?

            Kau seseorang yang benar-benar suka mengobrol, tak kenal waktu. Dan yah, kau lebih suka mendominasi percakapan. Aku suka mendengarmu, sangat suka.

            Aku pernah mengetuk pintu rumahmu, tapi kau tertidur. Beberapa menit kemudian aku memutuskan pulang, selanjutnya yang terjadi kau meminta maaf dengan menggambari semua tembok di rumahmu dengan kata-kata penyesalan. Bagaimana bisa aku bersikap aku tak pernah melihat tulisan di tembok itu? Atau ratusan foto yang kau bentuk menyerupai wajahku?

            Aku seseorang yang hidup dalam aturan dibenturkan dengan kamu, dan entah kenapa aku bertahan sejauh ini. Aku tak suka melanggar aturan lalu lintas, tapi tidak begitu dengan kamu. Aku tidak suka terlambat masuk kelas, kamu suka memanjat pagar sekolah.

            Ibarat ying dan yang. Kita seperti itu.

            Kita saling memenuhi, mengisi.

            Hampir seluruh sekolah tahu siapa kita, tahu bagaimana cerita kita. Tahu siapa kita.

            Kau suka sekali makan bakso depan sekolah, juga bakso di Cibaduyut.

            Aku mencintaimu, sungguh.

            Bukankah aku pernah bercerita, tentang aku yang kehilangan sendalku saat bersama ayah tapi aku memilih tidak menyampaikannya pada Ayah.

            Aku mencintaimu seperti itu. Aku sampaikan atau tidak, yah aku tetap dalam perasaan itu. Aku tahu semua ini tidak mudah. Apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapanku dan harapanmu. Tapi, sungguh. Bagaimana perasaanku, bagaimana aku. Biarlah menjadi rahasiaku. Kau tak harus tahu itu.

            Berbahagialah, karena aku, bukan lagi nyaman yang kau cari.

            Dan, kau tak perlu bilang, bahwa aku tak tahu diri. Sungguh, kau tak perlu berkata itu. Biarkan ini menjadi urusanku. Biarkan semua ini menjadi tugasku. Jalan saja terus ke depan. Tak ada yang harus kau lihat di belakang.

**

            Ibu, anakmu sedang tidak baik-baik saja. Hanya saja anakmu cukup tahu, bahwa nikmat Tuhan terlalu luas dan terlalu banyak untuk menangisi satu kehilangan.

            Ibu, anakmu cukup tahu, bahwa perempuan yang baik untuk lelaki yang baik. Anakmu hanya perlu terus memperbaiki diri, untuk cinta yang lebih berkelas.

            Ibu, anakmu benar tidak sedang baik-baik saja, tapi percayalah. Dia tahu bagaimana cara berdiri kembali. Sungguh, dan dia sedang tersenyum saat menulis ini.

            Ibu, apakah kau tahu satu hal lagi? Satu hal yang sangat penting?

            Ahhh, aku rasa ibu tahu, dan biarlah hanya ibu yang tahu.
Baca Selengkapnya...

14 November 2016

kekasih

Telah panjang waktu kulalaui seorang diri
Tanpa sosok yang dinamai kekasih
Malu ? Tidak
Sedih? Sedikit
Sepi ? Ya
Kadang kala perasaan sepi ini sering kali menghinggapi
Bukan aku tak punya teman, karna teman itu berbeda
Aku butuh sosok kekasih yang bisa menorehkan bahagia
Menuliskan cerita cerita cinta yang lucu nan menggemaskan saat di kenang
Ah, akhirnya aku harus mengakui, sedihku tak hanya sedikit, sedihku sebanyak sepi yang hadir.
Aku sedih setiap kali merasa sepi.
Aku sedih setiap kali melihat mereka bisa bahagia dengan kekasihnya
Aku tak lagi ingin sendiri
Bisakah kalian datangkan sosok kekasih untukku?
Tak perlu sempurna, cukup dia yang bisa membuat aku merasa bahagia setiap bersamanya


Baca Selengkapnya...

16 April 2016

Cinta Tai

Rindu,
Ingatanku melayang saat dulu
Aku dan kamu dalam satu ruang waktu
Pelan, membakar malam menjadi fajar
Peluh, lama bergelut mengatas namakan nafsu menjadi cinta.

Kamu tak datang sayang,
Waktu ku bilang aku telat dua bulan,
Kamu tak membalas segala pesan pesan yang ku tunjukan 
Aku lelah, 
Antara bertahan atau melepaskan

Satu tahun lebih berlalu
Kamu tetap tanpa kabar,
Aku telah merelakan
Bertahan membesarakan karunia Tuhan

Aku bahagia sayang,
Melihatnya bertumbuh selalu mengingatkanku padamu,
Pada pandangan matamu yang sendu
Menelisik hingga ku tak mampu berkutik
 
Namun satu  yang harus kau tahu
Malaikatku tak kan kubiarkan menjadi sebajingan dirimu, Setan.





Baca Selengkapnya...

01 April 2016

Pulang

Pelukmu adalah tenang, pelukmu adalah pulang.

Baca Selengkapnya...

18 January 2016

Ya, "Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan"



  Aku tidak tahu pikiran gadis di seberang sana, tapi aku bisa merasakan cahaya matanya mencari jalan untuk menyelundup ke kamarku, masuk ke mataku. Itu malam yang indah. Ada gerimis dalam remang dan senyum perempuan di balik jendela. Aku mendongak ke langit, bulan sedang bersembunyi di balik awan kelam berlapis-berlapis.

     
     Wanita memang ingin dimengerti, tetapi betapa sulit mengerti wanita. Kita bisa memenangkan banyak tebakan judi bola, tetapi akan sangat kesulitan mengira-ngira maksud seorang perempuan. Seorang penjudi akan bangkrut jika ia bertaruh atas maksud-maksud yang tersembunyi dalam pikiran ciptaan Tuhan bernama perempuan
 
     Aku bisa mengerti kenapa pada jam-jam tertentu tokek di kamarku berbunyi. Tapi aku tidak pernah bisa mengerti perempuan. Aku bahkan curiga bahwa perempuan tidak pernah mengerti diri mereka sendiri; apa yang bisa membuatnya bahagia, apa yang bisa membuatnya sakit hati, dan seterusnya.
  
      Kalau kau tidak berniat mencintai seseorang, jangan biarkan ia menaruh harapan terlalu lama kepadamu. ~ @fitrawanumar



Baca Selengkapnya...

31 October 2015

Yang Kumiliki, Yang Terbaik Untukku

Aku selalu bertanya-tanya dalam diriku, apakah segala hal yang kumiliki dalam hidupku adalah yang terbaik untukku?
Aku terus mencari jawaban atas pertanyaan itu. Namun aku tidak tahu kepada siapakah aku harus mengajukan pertanyaan itu.

Jika memang apa yang telah kumiliki adalah yang terbaik untukku, mengapa hati ini masih merasa belum cukup dan terus bertanya-tanya mencari jawaban dan penjelasan paling masuk akal yang bisa aku pahami.

Aku masih saja mengeluh dan bertanya kepada Tuhan, "Mengapa kau masih menempatkanku di sini? Di tempat yang tidak aku inginkan?" atau "Mengapa kau menjadikanku seperti ini? Tidak seperti yang aku inginkan?"
Aku terus mempertanyakan hal itu, seolah aku lupa bahwa Tuhan telah lebih dahulu mendengar dan mengetahui segalanya yang aku minta.

Namun Tuhan pasti telah memiliki jawaban untuk semua pertanyaanku, meski bagiku semua itu adalah misteri.

Lalu aku tersadar. Ada sesuatu yang aku lupakan. Mungkin aku belum memiliki keikhlasan dalam menjalani hidup ini. Aku seharusnya mampu melihat dan menilai segalanya dari sisi yang berbeda. Dari sisi lain yang tak pernah kucoba sebelumnya.

Selama ini aku selalu menatap jauh ke atas, hingga aku lupa bahwa aku sudah cukup beruntung dengan segala yang kupunya. Mungkin saat ini aku belum mendapatkan apa yang aku inginkan. Namun semua itu bukanlah tujuan utama mengapa aku diciptakan ke dunia ini.

Tuhan, sebagai Sang Pencipta semesta alam ini pasti sudah mempersiapkan rancangan terindah untuk setiap kehidupan makhluk ciptaanNya di bumi ini.

Setiap hal pasti ada saatnya. Mungkin aku memerlukan waktu lebih banyak untuk mendapatkan yang terbaik untuk hidupku seperti pekerjaan ataupun jodoh. Tapi Tuhan tidak akan memberikan apa yang kuinginkan, melainkan apa yang aku perlukan.

Dan jika aku mencoba melihat dari sisi lain, mungkin Tuhan sedang memberikan kesempatan padaku untuk bisa menghabiskan waktu lebih banyak bersama orang-orang yang kusayangi; keluarga, teman ataupun sahabat.
Mungkin jika nanti aku sudah terlalu sibuk dengan pekerjaan waktuku untuk mereka pun akan berkurang.

Namun, terkadang ketika aku sudah mulai merasa hidupku baik-baik saja dan mampu menerima keadaanku apa adanya, ada orang-orang yang tak senang dengan hidupku. Sekalipun aku tak pernah mengganggu kehidupan mereka. Aku pun tidak menggantungkan hidupku pada mereka.

Mungkin itu adalah satu cobaan lagi yang harus kuhadapi. Tak mengapa, meskipun hidupku masih belum lengkap, aku akan tetap berdoa dan berusaha, Tuhan pasti akan memberikan jalan untukku. Aku tetap bersyukur karena aku masih diberikan makanan yang cukup, rumah dan kasih sayang dari keluargaku.

Di luar sana pasti masih banyak yang tidak seberuntung aku. Maka aku harus belajar untuk bisa mensyukuri hal sekecil apapun yang aku miliki. Karena hal yang kumiliki saat ini adalah yang terbaik yang sudah diberikan Tuhan untukku.

Tak perlu selamanya kuhabiskan waktuku dengan mengeluh. Aku pun tak ingin perduli dengan orang-orang yang tak senang dengan keadaan dan keberadaanku. Akan kubiarkan kehidupanku tetap berjalan apa adanya, bersama harapan dan doa untuk selalu menjadi lebih baik.


Oleh: Rodyana Sarko (@dyanasarko)
Baca Selengkapnya...

30 October 2015

Bersamamu, Bahgiaku



teruntuk kamu yang kucintai

kamu..
sosok nyata yang kini menjadi bagian dari ceritaku.
aku sangat bahagia bersamamu,
kamu membuatku merasa sangat berarti.
kau menjagaku, melindungiku, dan menyayangiku.
kau menganggapku seperti sosok yang rapuh yang siap dan akan selalu kau jaga.
tahukan kamu?
betapa aku benar benar menyayangimu.
betapa takutnya aku kehilanganmu.
dan sejak kau hadir mengisi hari hariku, aku tahu tak ada lagi yang bisa membuatku jatuh cinta.
karna rasaku, telah kupasrahkan semuanya untukmu.
jangan pernah berhenti mencintaiku,
jangan pernah lelah memahamiku, dan
jangan pernah meninggalkanku..


titafilda

Baca Selengkapnya...

14 August 2015

Kotak Ketenangan

Terendap malam yang menyapu sunyi..
Gemercik rintik hujan perlahan turun
Menengahi perseteruan angin dan debu
Membuka kembali kotak ketenangan dalam raga

Hujan malam ini
Memilih hadirkan risau
bukan yang semestinya
Tiga ruang dalam kotak ketenangan itu
kini tlah terbuka
Entah mana yang akan lekas tertutup kembali
atau akan hilang..

Satu kotak diantaranya adalah milikmu
Akankah kamu mengambilnya?
menutupnya?
atau menghancurkanx?
Apapun itu..
Lakukanlah!
Aku anggap takdir bila itu semua terjadi
Karena kehadiranmu
mungkin bagian jawaban dari do'aku

Kotak ketenangan..
Waktu yang tak sedikit untuk membuatnya tertutup
Dan dengan waktu yang tak lama terbuka

Tak berarah..
Seperti itulah
uluran tanganmu pada kotak ketenanganku

Jangan sentuh yang bukan milikmu!
Fatal akan menjadi jawaban jika itu terjadi
Perlahanlah. .
Fikirkan dan rasakan. .
Lihatlah!
Aku telah membuat jalur
disetiap arah kotak ketenanganku. .
tetaplah dijalur menuju kotakmu!
Jangan kamu menuju ke kotak lain. .
Pahamilah!
setiap apa yang menjadi isyarat
jika tak ingin semua menjadi abu seketika...



@Kabuthijau -

Baca Selengkapnya...

16 July 2015

Dear You

Dear you,
aku tahu, waktu telah berjalan meninggalkan kita.
Menjadikan aku dan kamu.
Tidak sama dan tak akan lagi pernah sama.
namun, satu yang mungkin belum berubah dan masih sama.
Rasa cinta yang kutujukan padamu.
Rasa cinta yang sampai saat inipun belum berubah dan berkurang.
Tapi, aku tak lagi bisa menangisimu, menangisi kehilanganmu.
Rasanya, air mata ini jatuh sia sia hingga kering.
Kepergianmu meninggalkan cerita dan luka.
cerita yang tak akan pernah kulupa dan luka yang tak akan pernah kering.
Sering kurasa rindu, tapi aku tahu, ada 'dia'.
Yang telah menggeser namaku dihatimu.
kurasa bukan hanya menggeser, tetapi menggantikan.
Aku cukup tahu diri.
Tak akan mengganggumu, namun biarkanlah cinta ini terus untukmu,
sampai akhirnya hatiku lelah dengan sendirinya.
lelah dengan segala ketidakpedulianmu pada perasaanku.
Dan kemudian, perlahan lahan pergi meninggalkanmu, menghapus segala rasa yang tercipta untukmu.
tapi, bukan untuk melupakanmu.
Karna, kamu telah kuberi tempat sendiri di pinggiran hatiku.
Agar tak menghalanhi nama baru yang akan datang tuk membahagiakanku.
dan tetap senantiasa mendoakan kebahagiaanmu, meski tanpa aku.

16 Juli 2015
titafilda

Baca Selengkapnya...

Malam dan Mimpi

Puisi "Malam"

Malam,
antarkan aku pada sebuah mimpi.
Mimpi yang seakan terasa nyata saat bersamanya.
Malam,
Buatlah aku bahagia, walau singkat.
Semalam menatapnya,
Semalam dipeluknya,
Semalam saja bersamanya, dalam mimpi.
Malam,
antarkanlah aku pada damai di alam bawah sadarku.
Buatlah aku terlelap cepat dan bangun dengan lambat.
Aku menikmati indahnya malam ini,
jika aku bisa bermimpi bersama dia yang ku damba.
Malam,
berikanlah aku bahagia, malam ini saja.
Antarkanlah dia pada mimpiku, malam ini.
Hadirkanlah dia dengan senyumannya yang sangat ku rindu itu.
Malam,
Aku ingin terlelap cepat, tak sabar menantinya datang.
Tuhan,
biarkanlah waktu melambat, malam ini saja.
Baca Selengkapnya...

09 April 2015

Jejakmu

Kabut tak sekalipun menepi 
Menjadikan jejakmu semakin tak dapat kuikuti 
Dan aku memapah langkah 
Berteman angan tentangmu tanpa tau arah 

Tak ada jeda untuk berteduh 
Rasukan kebekuan mulai memudarkan angan 
Bisikan semilir semakin menjamahi logika 
Dan aku terus menembus kabut 

Kali ini kecapan tak lagi hanya kelu, 
tapi memutih 
Bahkan jamahan tak lagi lembut 
Terasa mulai mengeras 
Seperti batuan yang kutapaki 

Waktu terus berjalan, dan jejakmu semakin berlalu 
Percuma jika aku teriakan "berhenti!!!" 
Samarnya pun tak kan sampai kamu dengar 

Harusnya aku berlari dan berhenti di depan kamu, 
kugenggam tanganmu, 
lalu kubiarkan kita saling bertatap, 
membiarkan mata berbicara... 
Karena aku yakin tak akan mampu berkata 
Suaraku akan membuatmu semakin menjauh 
dan semakin membenciku.. 

Tapi aku terlalu lama menikmati kabut itu 
Kabut yang akhirnya tak pernah menepi 
Hingga membuat jejakmu semakin berlalu 
dan tak dapat kutemui...... 

Tak berani aku memintamu kembali telusuri jejak kita.. 
Aku...hanya ingin melihatmu bahagia 
setidaknya bukan karena membenciku.. 


by. @Kabuthijau

https://soundcloud.com/sellyyede/kabut-hijau-puisi-jejakmu

https://soundcloud.com/sellyyede/kabut-hijau-puisi-jejakmu
Baca Selengkapnya...

24 March 2015

Bercerita Pada Senja

senja..
bawa aku pada indah megamu
dimana matahari menyingsing dengan anggunnya
senja..
bawa aku pada pertemuan terakhir dengannya
dikala senja indah itu
senja..
dekap aku pada hangat kilauanmu
sembari aku menantinya pada senja berikutnya
senja..
bantu aku menguatkan kaki ini berdiri
untuk menanti senja berikutnya
senja..
air mata ini tak mampu terbendung
bantu aku untuk menghapusnya sendiri
untuk menantinya pada senja berikutnya
maka senja..
temanilah aku dalam kesendirian
untuk menanti dia pada seja berikutnya





Baca Selengkapnya...

03 January 2015

Berharap pada Waktu

Di kala pagi menjeratku dengan sebuah kenangan
maka sesak yg mulai ku rasa
Cerita cinta yg tak pernah usai
mulai merangkum berbagai pertanyaan
Entah sekuat apa ku harus berdiri
pada sebuah kenyataan
Kamu yg kini entah dimana
membuatku kesal menjalani kehidupan
Sekian lama ku gantungkan asa ini
Berharap kan ku temukan kepastian
Namun jika kamu tak pernah datang menjamah hati ini,
jiwaku tetap saja terbuai oleh angan-angan
Berapa lama harus ku tunggu dirimu ?
Berapa banyak lagi waktu yg harus ku habiskan
untuk sebuah ketidakpastian ?
Ku harap kamu segera mengerti
dan menyelesaikan cerita ini



By : Rina Maniez






Baca Selengkapnya...

02 January 2015

Rindu Sahabat

Ada berbagai rasa yg kini sedang mengitari hati
Mulai dari bahagia dan juga sedih
Ada sedikit rasa rindu tenang masa lalu
Di mana kala itu aku sering menghabiskan waktu
bersama sahabat tercinta
dan ku tau bahwa itu semua
karena aku yg kini sudah tak sendiri lagi
Aku merindukan sebuah kebersamaan bersama sahabat
Aku rindu saat tertawa bersama
dan juga menangis bersama sahabat
Tapi aku tau bahwa kini aku tak punya waktu lebih untuknya
Suatu saat dia pasti mengerti
dan akan merasakan hal yg sama
Percayalah sahabat...
Aku selalu ingin bertemu & menghabiskan waktu bersama
dengan candaan kecil yg selalu membuat kita tersenyum
Hanya saja waktu yg sudah tidak memungkinkan
Semoga persahabatan kita tak pernah lekang oleh waktu



By : Rina Maniez
Baca Selengkapnya...

26 December 2014

I miss my fam

Yah.. penyakit mahasiswi kali ya.
Malem-malem ga bisa tidur. Sudah belakangan terakhir, kalau mau tidur agak ga enak.
Kadang harus lihat hape, main game, pantengin timeline, dan hal lainnya.

HoMe Oh SiCk

Terutama sama mama-papa-nadine-nia-dan terlebih Brian !!
God, really i wanna back to home and enjoy the time with them such as laughing, discussion, singing, cleaning, cooking and telling my experience during at Jogja.
Selama tinggal di Jogja, kegiatan padat.
Mulai bantu kaka tingkat, kewajiban crew radio, persiapan Tahun Baru crew baru, persiapan natal, bantu "terkasih" multimedia, bantu mama Tiwi di rumah, dan paling seneng itu 2 hal :
1. Quality time w/ keluarganya
2. Tahun ini dipercaya Tuhan jadi panitia Natal
How GREAT You are My Lord. Doaku rindu pelayanan engkau dengar ^_^

Back to the topic ya..
Kangen alias rindu alias miss alias apalah sejenis kata itu, buat hari-hari ini pingin balik rumah. Kangen sikon rumah yang keadaanya lagi "ditopang" Tuhan. Yah...... masa-masa seperti ini saling menguatkan tentu menjadi hal utama yg dibutuhkan. Tatkala, kalau emang beberapa orang bilang tambah kurus itu hampir benar, karena muka sebenarnya makin agak cekung ya (karena capek dan terpikir) itulah.
Sekarang, intinya kangen. Sometimes lebih seneng lihat FB untuk monitor keadaan dirumah. Ya foto-foto mereka itu loh ...... :')
Hey kangen :')
Baca Selengkapnya...

08 December 2014

Hanya dihadapan Mu

rasa ini taka akan pernah bisa ku bendung
rasa ini tak bisa lepas tanpa bekas
rasa ini semakin menyeruk setiap hari
rasa ini setiap hari makin mendalam
rasa ini membuat semakin bergetar
rasa ini merasuk sampai molekul yang paling kecil
rasa ini mengalirkan darah yang sempit menjadi lapang
rasa ini membuat kerinduan tak pernah hilang

aku mau selalu berlama lama dengan Mu
aku mau setiap kau panggil
aku tak hanya menoreh saja, tapi..
aku bisa menjumpai Mu

memeluk Mu denga erat
menyapa Mu dengan lembut
Menghadirkan Mu ke dalam pikiran ku
Menjumpai Mu dengan sepenuh hati
Perjumpaan yang diawali dengan sapaan

ah,

bagaimana aku bisa bilang..
aku tidak cinta..
aku tidak sayang..
aku tidak rindu..

ya ampun,

aku secara sadar ingin mengungkapkannya
semua ingin aku bicarakan dengan Mu
celoteh ku, permintaan ku, sanjungan ku

aku memang harus mencintaiMu
melebihi apapun,
bukan itu mau Mu?
sebagai pencinta yang selalu mendengarkan apa perintah Mu
sebagai pencinta yang selalu melalukan apa yang Engkau suka
sebagai pecandu yang selalu memanggil nama Mu

wahai dzat yang selalu memanggil untuk di sembah
wahai dzat yang selalu rindu pada semua hamba-hambanya
wahai dzat yang meliputi segala sesuatu
aku ingin merindu Mu ya Allah dan memenuhi panggilan Mu

Baca Selengkapnya...

Postingan Terpopuler

Postingan Terbaru